Saturday , 19 April 2014
Breaking News
You are here: Home » Campus » Halal Bi Halal UNTAN : Menuju Fitrah Nan Abadi
Halal Bi Halal UNTAN : Menuju Fitrah Nan Abadi

Halal Bi Halal UNTAN : Menuju Fitrah Nan Abadi

Pagi itu Auditorium Universitas Tanjungpura (UNTAN) tampak dipadati oleh civitas akademika UNTAN. Hari Senin (5 September 2011) merupakan hari pertama kami memulai kembali aktivitas bekerja setelah hari libur dan cuti bersama Idul Fitri 1432 H. Tepat pada hari itu pula UNTAN menggelar Halal Bi Halal 1432 H dan Pelepasan Jamaah Haji UNTAN Tahun 2011. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dibuka dengan alunan Qalam Ilahi (Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an) beserta saritilawahnya.

Kata Sambutan oleh Prof. Thamrin

Rektor UNTAN, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dan mohon maaf lahir bathin kepada seluruh civitas akademika UNTAN. Beliau menyatakan bahwa Idul Fitri yang merupakan hari kemenangan bagi orang beriman hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum untuk menuju fitrah nan abadi. Semangat Ramadhan sebagai bulan pembelajaran hendaknya dapat terus kita kobarkan dan pelihara pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan Ramadhan yang lalu, kita berupaya melatih diri untuk lebih disiplin dan meningkatkan segala amal kebaikan. Hal-hal baik yang kita laksanakan di bulan tersebut harus kita upayakan untuk tetap dilaksanakan. Inilah yang menjadi point penting sebagai momentum menuju fitrah nan abadi. Dalam sambutannya ini, Prof. Thamrin juga membacakan nama-nama jamaah haji UNTAN tahun 2011 yang dalam kesempatan tersebut dilepas oleh pihak UNTAN.

Tausiah oleh Ustadz Uzla Maulana

Acara Halal Bi Halal ini, diisi oleh tausiyah kajian Al-Qur’an oleh Ustadz Uzla Maulana. Dalam tausiyah tersebut beliau menyampaikan kiat-kiat menjadi orang sukses dunia akhirat berdasarkan kajian ayat-ayat Al-Qur’an. Kiat yang pertama adalah gemar memakmurkan mesjid. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 18 yang artinya “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”. Selanjutnya, kiat kedua adalah menjaga hubungan silaturahim. Hal ini dijelaskan dalam QS. An-Nisa ayat 1 yang artinya “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya, Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Menjadikan Al-Qur’an sebagai media belajar terbaik juga termasuk dalam kiat menjadi orang sukses dunia akhirat. Dalam Al-Qur’an dijelaskan dalam Surah Yunus Ayat 57 dan 58 yang artinya (57) “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (58) “Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Istiqomah dalam Qiyamul Lail (Tahajud) merupakan kiat selanjutnya dalam mencapai kesuksesan dunia akhirat. Tahajud adalah sholat sunnah yang dianjurkan dalam Al-Qur’an. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 78-79 yang artinya (78) “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[865]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. (79) “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.

Ramah tamah civitas akademika UNTAN

Selanjutnya, kiat sukses dunia akhirat yang kelima adalah gemar bersedekah. Salah satu firman Allah SWT yang menegaskan tentang anjuran untuk bersedekah sehingga tidak memakan semua harta yang dimilikinya, ada pada QS. At-Taubah ayat 35 yang artinya “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. Berkaitan dengan kegiatan sedekah ini, Ustadz Uzla Maulana mengajak civitas akademika UNTAN yang hadir pada acara tersebut untuk bersedekah pada saat itu juga. Kegiatan ini merupakan ajakan spontan dari Ustadz Uzla Maulana. Hasil dari sedekah yang terkumpul akan disalurkan untuk mendukung keperluan kegiatan syi’ar dan dakwah di Kalimantan Barat. Usai menyampaikan tausiyahnya, Ustadz Uzla Maulana memimpin do’a bersama yang dilanjutkan dengan ramah tamah dan saling bermaafan antar civitas akademika UNTAN. Suasana kekeluargaan dan suka cita sangat terasa pada acara Halal Bi Halal UNTAN tahun ini.

Author by : Ridho Brilliantoro

Photo by : Sy. Abdurrahman

Civitas Akademika UNTAN Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1432 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top